Popular News [ View all Popular News ]

Entri Terbaru

Rabu, 21 September 2011

pasang banner anda

0 komentar
Dalam rangka ngeramein blog ini yang masih baru banget, buwat sobat2 yang mo pasang banner di blog ini, dipersilahken untuk ngirimin kode html bannernya via email. (dzikri.diq@gmail.com)






catatan : Ukuran banner maksimal 125x125 dan ga berbau porno, dan banner akan di tempel selama 7 hari

Sabtu, 17 September 2011

tukaran link

0 komentar
buat sobat-sobat yang mau tukaran link dengan saya sobat tinggal menuliskan url-url sobat di komen. dan setelah saya memasangkan sobat2, maka tolong sobat tuk memasang url saya di blob sobat!

url saya!


<script src="http://h2.flashvortex.com/display.php?id=2_1316528288_7848_140_0_468_60_6_2_34" type="text/javascript"></script>


tampilan:











catatan: Jika dalam waktu 1x24 jam setelah link sobat di pasang di blog saya link saya, link tidak ada di               web/blog maka dengan berat hati saya akan menghapus link sobat.

4 Anggapan Salah tentang Introvert

0 komentar

Seorang introvert belum tentu pemalu. Dia juga belum tentu tidak punya pendapat karena lebih banyak diam. Kekuatan terpendam introvert bisa digali jika Anda tahu cara yang tepat.
Anda lebih suka menghabiskan waktu senggang dengan berdiam diri di dalam kamar? Hanya  bisa menikmati pesta selama satu-dua jam lalu ingin segera pulang? Merasa tidak nyaman jika berada di antara banyak orang baru?
Jika semua pertanyaan itu Anda jawab dengan “ya”, mungkin itu tanda bahwa Anda termasuk dalam kategori orang introvert.
Carl Gustav Jung, seorang ahli jiwa dari Swiss, membagi tipe manusia menjadi dua bagian, sesuai dengan arah perhatian dirinya. Orang yang perhatiannya keluar dirinya disebut ekstrovert, sementara yang perhatiannya lebih ke dalam dirinya sendiri disebut introvert.
Tipe ekstrovert cenderung bersifat terbuka, ramah, penggembira, mudah bergaul, mudah memengaruhi sekaligus mudah dipengaruhi lingkungan. Sebaliknya, mereka yang tergolong introvert cenderung kurang pandai bergaul, pendiam, suka menyendiri, sukar diselami hatinya, bahkan cenderung merasa takut kepada orang lain.
“Aku lebih nyaman mengirim SMS atau e-mail daripada menelepon, apalagi berbicara langsung pada orang yang kita tuju,” cerita Maya, yang mengaku sebagai seorang introvert.
Lain lagi cerita Rika, “Kalau sedang pengin refreshing, saya paling suka jalan-jalan sendirian, meski cuma lihat-lihat etalase toko di mal. Tapi yang penting sendirian Itu aneh enggak, sih?”
Tentu saja, itu bukan sesuatu yang aneh, karena dikatakan oleh Mary Sheedy, dalam bukunya,Raising Your Spirited Child,  bahwa dua sifat manusia – introvert dan ekstrovert – lebih menjelaskan tentang bagaimana kita mendapatkan energi. Sumber energi seorang introvert berada di dalam dirinya. Karena itu, bagi seorang introvert, menikmati kesendirian adalah sumber kebahagiaannya. Sebaliknya, berada di tengah keramaian bersama orang-orang lain akan menguras energinya.
Sayangnya, pembagian sifat ekstrovert dan introvert sering dihubungkan dengan keterampilan seseorang dalam menjalin hubungan sosial. Sekali lagi, Sheedy menegaskan, “Introvert sering digunakan untuk mendeskripsikan orang yang pemalu dan susah bersosialisasi. Padahal, sebenarnya pemilik kedua sifat itu dapat saja sangat mudah berinteraksi dengan orang lain.” Sheedy menambahkan, “Yang membedakan adalah apa yang terjadi selanjutnya. Orang introvert akan merasa lelah setelah interaksi itu, sementara yang ekstrovert justru bersemangat untuk melakukan banyak hal.”
Dan, meskipun sifat orang introvert dan orang ekstrovert seperti dua kutub yang berlawanan, tapi sebenarnya dalam diri kita ada sebagian sifat introvert, dan ada sebagian sifat ekstrovert, demikian dikatakan oleh Laurie Helgoe, PhD, seorang Assistant Clinical Professor di West Virginia University, School of Medicine.  Bagaimana sebenarnya sifat-sifat si introvert!
·         Tak punya teman?  
Memang, orang introvert akan lebih sering terlihat sendirian di sebuah sudut sepi dalam sebuah pesta. Tapi, itu bukan karena orang introvert tak punya teman.  Helgoe, yang juga menulis buku Introvert Power: Why Your Inner Life is Your Hidden Strength mengatakan, “Berbeda dengan orang yang tidak bisa bersosialisasi, sehingga tak punya pilihan lain selain berdiri sendiri di sebuah sudut, orang introvert memang lebih suka sendirian berada di sana.”
Ditambahkan oleh Helgoe, orang yang introvert sangat menikmati kesendirian dan kesempatan untuk berefleksi, dan akan sangat tersiksa ketika mendapat terlalu banyak stimulasi eksternal. Tentu saja, berlawanan dengan orang ekstrovert  yang lebih menyukai kegiatan bersosialisasi, dan cenderung cepat bosan jika sendirian.
Pahami: Berada di tengah keramaian akan menguras energi si introvert. Ia membutuhkan kesendirian dan ketenangan untuk me-recharge energinya agar kembali utuh.
·         Pemalu?
Introvert sering disamakan dengan pemalu. Wajar saja, karena baik orang introvert dan orang pemalu terlihat sering membatasi dirinya dari interaksi dengan lingkungan sosial.
Meski  begitu, alasannya ternyata berbeda. “Orang yang pemalu sebenarnya ingin berhubungan dengan orang lain, tapi mereka merasa kesulitan untuk bersosialisasi.  Sementara, orang introvert lebih memilih menggunakan waktunya untuk bersendiri, karena mereka memang ingin sendiri,” demikian penjelasan Bernardo J. Carducci, profesor psikologi, dan Direktur dari Shyness Research Institute di Indiana University Southeast.
Pahami: Orang introvert membutuhkan space yang lebih besar bagi dirinya sendiri. Dengan begitu ia mendapatkan kebahagiaan. Ia akan terganggu jika merasa ruang pribadinya dilanggar oleh orang lain. (N)
Penulis: Veronica Sri Utami
Simak artikel lengkapnya di Nirmala 09/Tahun 11, edar 1 September 2011

Kiat Memilih Produk Perawatan Khusus Pria

0 komentar

Karakter kulit pria berbeda dengan wanita, sehingga berbeda pula cara perawatannya.
Pria, kini juga ingin tampil rapi, bersih, wangi, dan terawat. Bahkan, beberapa pendapat mengatakan, penampilan pria yang apik merupakan sebuah penghargaan bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Oleh sebab  itu, sama seperti wanita, mereka juga rajin merawat diri dengan membersihkan kulit wajah, memakai pelembab, deodoran, dan juga masker.
“Namun, sayangnya, meskipun sudah memakainya secara rutin, kok hasilnya masih kurang kelihatan, ya?” tanya Ferry Mahendra (32), staf keuangan salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
“Memang,” kata Dr Eddy Karta, SpKK, ahli kulit dari EDMO Clinic, Jakarta Selatan, “itu karena pengaruh androgen – hormon khas pria - yang membuat kulit pria cenderung lebih tebal, kasar, berminyak, sensitive, dan mudah teriritasi”.
“Selain itu, pria juga mempunyai kelenjar keringat yang lebih besar, sehingga keringat yang dihasilkan juga lebih banyak. Kondisi inilah yang menyebabkan kulit pria memiliki karakteristik berbeda dengan wanita, sehingga pria memerlukan produk perawatan khusus,” tambah Dr Eddy.
Namun, memilih produk perawatan khusus juga ada triknya.

PEMBERSIH WAJAH
Seperti pada wanita, produk pembersih yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit serta mengandung aloe vera, madu, atau asam poli hidroksi (PHA) yang membantu membersihkan, menyejukkan, melembapkan, serta mengangkat sel-sel kulit mati secara efektif.
Agar hasil lebih maksimal, bersihkan wajah sekitar 2-3 kali setiap hari tergantung aktivitas.

BERCUKUR (SHAVING)
Bercukur juga dapat menyebabkan kulit pria lebih kering, rapuh, dan rentan teriritasi. Untuk mengatasinya, pilih produk perawatan berbentuk gel yang mengandung bahan-bahan alami sepertialoe vera dan minyak esensial yang menyejukkan sekaligus melembapkan.
Selain itu, pilih pisau cukur yang dapat mengikuti kontur (bentuk) wajah. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya luka saat bercukur. Untuk melengkapi proses mencukur, gunakan moisturizing aftershave setelah bercukur untuk melindungi kulit.
           
PELEMBAB WAJAH
Kulit wajah pria cenderung lebih tebal, kasar, dan berminyak sehingga membutuhkan pelembap untuk mengontrol kadar minyak yang berlebih. Pelembap juga membantu meremajakan, menghaluskan, dan membuat kulit tampak lebih sehat.
Agar kulit pria tampak segar dan lembap, gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit. Pilih yang berbasis air dan mengandung pelembap alami seperti jojoba, zaitun, atau seramid (ceramide). Bisa juga yang mengandung asam poli hidroksi (PHA)asam laktobiotik, dan asam alfa hidroksi (AHA) yang membantu membersihkan dan menghaluskan kulit wajah.
Gunakan pelembap setelah bercukur. Oleskan secara lembut dan merata ke seluruh wajah dengan gerakan dari bawah ke atas.

SABUN MANDI
Pria cenderung lebih mudah berkeringat. Karena itu, jaga kebersihan tubuh terutama daerah lipatan dengan menggunakan sabun mandi yang sesuai pH alami kulit (4,5 hingga 6). Lebih baik lagi kalau sabunnya mengandung antioksidan, serta zat-zat aktif seperti mentol, triclosan, dan aloe vera, yang membantu mencegah bakteri dan menyegarkan kulit. (N)
Penulis : Tri Qurniati
Simak artikel lengkapnya di Nirmala 09/Tahun 11, edar 1 September 2011

5 CARA DAPATKAN TUBUH SEKSI dan BUGAR

0 komentar

Mudah, murah, dan efektif membakar timbunan lemak!
Lebaran baru saja usai. Kita kenyang menikmati opor ayam, kari kambing, sambel goreng kentang, dan aneka hidangan manis khas Hari Raya lainnya, yang ampuh menambah ukuran lingkar pinggang. Supaya tak keterusan, kini saatnya “membayar hutang”.
Jeanne Kono, instruktur Pilates dari Tangerine Wellness, Sudirman, Jakarta Selatan, punya kiat mengembalikan keindahan bentuk tubuh sekaligus membuatnya tampak 5-10 tahun lebih muda.
Kabar baiknya, kita tak perlu jauh-jauh ke gym dan menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkannya. Hasilnya juga cepat, cukup 2-4 minggu saja.
Selain membantu membakar timbunan lemak pada tubuh, menurut Jeanne, gerakan-gerakannya yang sederhana ternyata juga bermanfaat mengencangkan otot perut, melatih seluruh otot tubuh, menambah asupan oksigen, memperbaiki struktur tulang, melatih konsentrasi, dan mengembalikan semangat.
Tapi, perlu diperhatikan, apabila dalam latihan ada posisi atau gerakan tertentu yang sulit Anda lakukan, jangan dipaksakan. Lakukanlah setiap gerakan secara alami, namun tetap bertenaga.
Agar hasil lebih maksimal, berlatihlah secara rutin. Lakukan gerakan-gerakan berikut setidaknya sehari sekali di rumah, sebelum mengonsumsi makanan berat.

1.    Mengencangkan otot perut
§  Berbaring telentang di atas matras. Tekuk kedua lutut kaki membentuk huruf V terbalik (kedua telapak kaki tetap menempel di matras) dan letakkan kedua tangan di samping tubuh dengan kedua telapak tangan menghadap ke bawah.
§  Tarik napas perlahan melalui hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut sambil mengangkat kepala sampai pinggang semampunya ke atas (posisi kedua tangan tetap relaks, posisi kaki tidak berubah). Lihat gambar 1
§  Tahan posisi ini selama dua kali tarikan dan hembusan napas. Kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan sebanyak 5 kali.
Tip dari instruktur: latihan ini akan lebih bermanfaat jika seluruh otot, terutama otot perut dalam posisi kencang.

2.    Mengencangkan otot pinggang
§  Berbaring telentang di atas matras. Tekuk kedua lutut kaki membentuk huruf V terbalik (kedua telapak kaki tetap menempel di matras) dan letakkan kedua tangan di samping tubuh dengan kedua telapak tangan menghadap ke bawah.
§  Tarik napas perlahan melalui hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut sambil mengayunkan kedua lutut kaki ke belakang membentuk sudut 45 derajat.
§  Selanjutnya, angkat kepala semampunya dan arahkan pandangan mata ke depan (posisi kedua tangan tetap tegak dan relaks). Lihat gambar 2
§  Tahan posisi ini selama dua kali tarikan dan hembusan napas. Kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan sebanyak 5 kali.
Tip dari instruktur: Untuk memudahkan ketika mengayunkan kedua lutut ke belakang, tumpukan seluruh tenaga pada otot perut dan bokong.

3.    Menguatkan otot dada dan lengan
§  Posisi merangkak di atas matras. Buka kaki sekitar 10 cm (posisikan seluruh tubuh tetap tegak dan relaks). Lihat gambar 3a
§   Tarik napas perlahan melalui hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut sambil menekuk siku kedua tangan ke dalam (posisi wajah dan dada mendekati matras, posisi kaki tidak berubah). Lihat gambar 3b
§  Tahan posisi ini selama dua kali tarikan dan hembusan napas. Kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan sebanyak 5 kali.
Tip dari instruktur: Gerakan ini sama seperti push-up, hanya saja lakukan secara lebih perlahan dan terkontrol. (N)
Penulis : Tri Qurniati
Lihat artikel lengkapnya di Nirmala 09/Tahun 11, edar 1 September 2011

Join this blog

Blog Archive

Pasang Banner Gratis

Enter your email address »»